Selasa, 19 Desember 2017

Hujan dan Senja



“Aku suka senja”

“Kenapa?”

“Sebab aku menemukanmu di dalamnya”

“Bagaimana bisa?”

“Kamu adalah warna yang memesona, sama dengan halnya senja, menawan”

“Dan kamu adalah hujan”

“Hujan?”
....

Kelak, kamu akan paham. Bahwa tak selamanya hujan bisa dinikmati, pun senja. 
Terkadang, aku lebih suka berteduh di bawah payung dari pada kehujanan. Aku, hanya takut basah dan kedinginan.

Kamu hanya perlu merelakan tanpa bersikeras. Sebab, beberapa hal hanya perlu kamu relakan agar tahu arti lapang. Bila aku adalah senja, maka biarkan pesonaku luruh, agar tak ada lagi tunggu di tepi hari.

Kita, tak perlu menjadi sepasang dua orang asing dengan sejuta kenangan. Cukup tetap bersahaja dan saling melempar sapa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu

Hari itu, kali pertama aku bertemu; seseorang yang amat disegani banyak orang di daerah ku. Seseorang yang bila kita melihatnya tercermin ta...