Senin, 03 Juli 2017

Halal Tour Jepang bersama Royal Indonesia, Wisata Halal Pilihan Paling Oke



Assalamualaikum Wr. Wb
 
Meski hari raya Idul Fitri telah berlalu, dan musim liburan telah berakhir bukan berarti kita malas-malasan untuk memulai aktivitas kembali ya! Selamat bekerja untuk yang sudah mulai masuk kerja. Mungkin ada yang baru saja ingin memulai liburannya? Ingin merencanakan liburan yang asyik tapi tanpa dihantui rasa takut karna label halal pada makanan selama berlibur? Atau ingin berlibur dan bisa beribadah dengan nyaman juga?

Hijrah


google


“ciye sekarang jilbabnya di double”…….
“loh kok makin hari makin panjang banget jilbabnya”…………..
“ikut organisasi apa sampe berubah drastis gini”……

Surat untuk sahabat




google

Ga, rasanya baru saja kemarin kau peluk erat tubuhku. Menghapus lara dengan sentuhan lembut tangan seorang sahabat. Kita menari, tertawa bahkan kita saling berbagi beban di pundak  bersama. Tapi itu dulu, Ga. 

Selamat Ulang Tahun Tuan


google


Teruntuk,
Kamu

Selamat pagi Tuan.
Sudahkah terjaga sepagi ini? Atau saat ini kau tengah bermunajat rindu dengan Sang Pemilik Hati?
Apa kabarnya rindu-rindu itu? Sudahkah ia mekar dalam tahajud malammu?
Tak usah ragu, aku tak pernah jauh.


Teringat bulan-bulan pertama, ketika aku membungkusnya dengan rapih agar tak nampak ia punya cahaya.
Tapi apalah aku, yang tak pandai dalam hal sembunyi-sembunyi.
Tuan, jika kau bertanya apa itu bahagia?
Maka bahagiaku adalah ketika kau tersenyum dan mengucapkannya.

Bagaimana kabarnya ia, gempa hebat di kedua kakiku ketika untuk yang pertama Tuan hendak bertamu disebuah rumah kecil milik perempuan penikmat senja?
Kala itu hujan tengah turun dan mengintip lewat celah di atap rumahku, menunggu dengan gugup.
Jaket dan peci putih milik Tuan basah dibuatnya.
Lalu embun tercipta pada kacamatamu.

Maaf, sempat aku berbohong kala dua tangkup roti buatanmu terhidang di atas meja makan.
"Sudah ku habiskan" Kataku..
Andai tisu-tisu dalam ranselku dapat berbicara, mungkin ia akan membongkar kebohonganku kala itu.
Sebab mereka yang dengan baik membungkus roti itu untukku bawa pulang ke rumah, terlalu sayang untuk dimakan. Hehe
Maafkan kekonyolanku saat itu yah, aku hanya terlalu senang saat tahu roti itu Tuan yang membuatkannya.
Tenang Tuan, sesampainya di rumah kuhabiskan dengan lahap, hehe.

Maaf, jika aku tak nampak dalam riuh, tak pula ramai di tepian.
Hanya bisa memandangimu setiap sore menutup jendela kamar.
Ya, akulah si matahari itu, yang menimbang-nimbang senyum dan barisan alismu.
Hanya sekedar ingin tahu, apakah kau masih ingin melihatnya esok sore?

Salahkah..
Ketika Tuan menceritakan ia yang pada masa itu membuatmu sangat jatuh pada hatinya, salahkah bila aku sangat iri pada ia yang telah menyia-nyiakanmu?
Salahkah, bila rasanya ingin sekali aku menjadi obat untuk setiap amarah yang sempat tercipta karenanya?

Tuan..
Bulan-bulan pertama telah kita lalui dengan penuh bahagia bukan?
Dan menciptakan harap dengan sangat tinggi, agar kelak kita dipertemukan pada bulan-bulan berikutnya dengan bahagia yang mengiringinya pula.
Aku pun..

Lalu bagaimana dengan peta hidup milik Tuan itu?
Aku tak ingin menjadi penyebab ia tak segera terwujud.
Maka ku biarkan Tuan tuk mewujudkannya terlebih dahulu.
Setelahnya, pulanglah. Ada seseorang yang menunggu untuk Tuan jemput dan membawanya untuk mendengar Tuan mengucapkan janji pada sang wali.

Laki-laki yang baik adalah ketika ditanya keseriusannya, ia akan segera datang untuk melamar bukannya pura-pura mati?
Aku harap Tuan laki-laki baik itu.

Aku memilih untuk tetap tinggal dan memperjuangkan, bagaimana dengan Tuan?
Aku harap jawabmu adalah iya.

Selamat ulang tahun Tuan.
Semoga Tuhan selalu menjaga hadiahku ini dengan sebaik-baik penjagaanNya.
Semoga 'kan selalu ada kebaikan dan kebahagiaan yang tercipta darimu.
Semoga peta hidup itu segera terwujud.
Semoga aku bisa melihat kebahagiaanku setiap pagi saat kau mengucapkannya, saat mentari pagi hendak keluar dan masuk lewat celah-celah jendela kamar.
Semoga aku dan kamu menjadi kita dengan segala a i u e o nya.
Terimakasih sudah mencipta pelangi pada jelaga mataku, Tuan.

Dari aku yang mencintaimu..


cerpen tahun 2014


google

sebuah surat dan harapan



google


Mas, sebelumnya maaf. Maaf karna aku tlah lancang menyukaimu.  Rasanya bodoh. Sebab aku terlihat sangat kikuk sore itu. Seharusnya aku lebih bisa mengontrol detakannya. Aku tahu, kau juga merasakan hal yang sama. Benarkan? Aku harap begitu..

Rindu

Hari itu, kali pertama aku bertemu; seseorang yang amat disegani banyak orang di daerah ku. Seseorang yang bila kita melihatnya tercermin ta...